Ukhuwah islamiyah adalah
persaudaraan atas dasar keislaman. Dua orang yang aslinya tidak bersaudara,
dipersaudarakan oleh Allah karena keislaman. Allah berfirman dalam surat
al-Hujurat (49) ayat 10, “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.
Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan
bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”
Ayat ini diawali dengan kata “Innama”. Dalam bahasa Arab,
innama merupakan adatul hasyr. Yaitu alat yang digunakan untuk membatasi
sesuatu, bahwa ia “Tak lain dan tak bukan”. Maka kalimat “innamal mu’minuna
ikhwatun” mengandung makna bahwa, orang-orang yang beriman itu, tak lain dan
tak bukan, hakekatnya adalah bersaudara.
Oleh karena itu, setiap muslim siapa pun dia, dimana pun ia
tinggal, apapun mazhab yang dianutnya, mereka adalah saudara kita. Setiap
muslim, tak peduli apakah ia bersikap baik kepada kita atau bahkan menyakiti
kita, mereka tetap saudara kita. Yang wajib bagi kita untuk menjaga hubungan
baik dengan mereka dan wajib bagi kita untuk mendamaikan, seandainya diantara
mereka terdapat perselisihan. Maafkan, do’akan dan bersikap baiklah kepada setiap
muslim. Karena Allah telah mempersaudarakan kita dengan mereka.
Lalu Allah melanjutkan ayat tersebut dengan perintah
bertaqwa, niscaya Allah akan mendatangkan kasih sayang (rahmat) kepada
kita. Kalimat ini mengisyaratkan agar kita ridlo, menerima persaudaraan dengan
sesama kaum muslimin, seburuk apa pun sikap mereka kepada kita. Dan Allah tahu
bersikap semacam ini sulit, kecuali bagi orang yang bertaqwa; yaitu orang yang
tidak pernah membantah Allah. Oleh karenanya, Allah memerintahkan kita bertaqwa.
Lalu sebagai buah dari ketaatan tersebut, Allah menjanjikan “turhamun” diberi
kasih sayang (rahmat) oleh Allah.
Dengan bersandar pada ayat ini, seorang muslim tidak boleh
memperlakukan sesama muslim perlakuan “mu’amalah bi mitsli”; Bila engkau berlaku
baik, maka aku pun akan berlaku baik, tapi bila engkau berlaku buruk, maka aku
pun akan berlaku buruk. Tidak boleh, ada jalinan hubungan semacam ini.
Yang ada haruslah “Apa pun sikapmu terhadapku, engkau tetap saudaraku.”
Inilah ukhuwah islamiyah, yang dengannya Allah menjamin pasti menurunkan rasa
kasih sayang diantara sesama muslim, sebagaimana dalam surat al Hujurat ayat
10.






